insyaAllah. bersama kita berkongsi ilmu ;)

Wednesday, July 15, 2026

Aku berlindung dengan syaitan & POLITIK.

Bismillah walhamdulillah. 

Sementara tengah MC ni, saya nak kongsikan sikit tentang ungkapan yg masyhur disebut oleh Syeikh Badiuzzaman Said an-Nursi ni. 

Kata beliau, aku berlindung diri daripada syaitan & politik. 

Pelik kan? 

Kita tahu yang politik adalah jalan (wasilah) ke arah kuasa - yang membolehkan Islam dilaksanakan dengan syumul. 

Tapi kenapa seorang ulama' besar sebut gitu? 

Antaranya ada dua sebab : 

Pertama, sebab jalan dalam politik ni kadangkala terlalu kotor (jahat). Kalau orang baik berada di dalamnya, maka dia pun boleh sesat dengan kejahatan dlm politik. 

Rujuk balik pesan Nabi yang sebut - tingkahlaku kita akan terikut dengan teman² kita, jadi perhatikanlah dengan siapa kita luangkan banyak masa.

Selari dengan Nabi kata - kawan dengan penjual minyak wangi, dapatlah bau wangi & kawan dgn tukang besi dapatlah bau asap. 

Berada dalam politik ni buatkan seseorang bergelumang dgn kawan² politik yang boleh buat sampai apa yg dulunya kita rasa salah - tapi kita jadi biasa - sebab semua kawan (dalam politik) kita buat. 

Bahaya normalisasi. 

Dan kedua, sebab candu kuasa. 

Syeikh mintak berlindung daripada politik sebab kuasa ni memabukkan kita. 

Buat kita jadi ketagih. 

Buat kita rasa tak cukup dengan apa yang ada, tamak. 

Ada orang yang mulia dengan kuasa, namun lebih ramai orang yang dihina kerana kuasa. 

...

Dan sebab itu, politik bukan untuk kita - orang biasa². 

Yang amalnya mungkin tak seberapa. 

Ilmunya pun sikit, ibadahnya kurang. 

Masanya terhad - bahagi dengan kerjaya, untuk keluarga, isteri & anak², dengan mak ayah adik beradik pun kadang tak cukup. 

Kita biarkanlah orang² yang berani menanggung beratnya amanah ni. Dan kita sokonglah mereka sebaik mungkin. Sebab mereka sanggup & mampu untuk pikulnya untuk kita yang lemah ni. 

Menjadi ahli politik ni bukan untuk semua. 

Kita gunakanlah wasilah politik ni untuk buat bekalan amal, buat tambah ilmu, ruang bakti & jadi orang bermanfaat. 

Jangan kemaruk & berebut nak jadi orang politik. 

Sebab pada akhirnya, Nabi sebut - kuasa ni akan jadi penyesalan besar untuk kita di hari Kiamat kelak. 

Nauzubillah. 

Moga bermanfaat. 









Wednesday, January 28, 2026

Gajah Depan Mata Tak Nampak

Bismillah walhamdulillah. 

1- Era langit terbuka ni ada bahayanya yang kita tak nampak. Kalau dulu hati boleh tenang tenteram sebab kita tak tahu - tapi sekarang kita jadi makin mudah tak puas hati, asbab tahu semua. 

2- Termasuklah tahu yang ada member dapat 'lebih' daripada kita. Padahal kita dengan dia, kita lagi bagus, lagi baik, lagi pandai, lagi rajin. Tapi dia pulak yang dapat banyak. Ish tak adil la. 

3- Dengki memang wujud, Islam golongkan ia sebagai salah satu sifat mazmumah. Kenapa Allah buat jugak padahal ia dicela, sebab Dia nak uji kita. Dunia kan tempat ujian? 

4- Jadi bila tengok media kawan² kongsi, orang ni dapat harta ni, orang tu dapat nikmat tu - kita pun rasa, kenapalah Allah tak bagi kat aku sama? Padahal aku lagi ..... 

5- Sedangkan, Allah ni Maha Adil. Itulah iman kepercayaan kita. Tak percaya Allah ni adil, silap² boleh gugur iman kita. 

6- Kita je yang rasa orang dapat lebih, sedangkan pada masa yang sama - orang lain pulak nampak kita sebenarnya yang dapat lebih. 

7- Ah sudah. Siapa sebenarnya dapat lebih ni? 

8- Sebenarnya sama-sama je. Lebih kurangnya ada tepat di sisi Allah. Itulah yang dikatakan Allah Maha Adil. Walaupun kadangkala kita yang tak faham, apa neraca ukuran Allah - tapi kita percaya yang kita semua sama lebih, sama kurang. 

9- Tapi sebab benda yang selalu ada dengan kita ni kita tak rasa special. Tak rasa itulah kelebihan yang orang lain boleh dengkikan sangat². 

10- The elephant in the room. Gajah depan mata. 

11- Islam ajar - tak akan rasa cukup untuk hati yang tak bersyukur. 

12- Makna sebenarnya bukan kita yang dapat kurang pun, tapi kita yang tak reti syukur. Duk sebut dengki kat orang lain. Padahal Allah bagi kita pun cukup banyak dah. 

13- Sentiasa yakin yang Allah ada bersama kita, Allah jaga kita. Tak dapat sama macam orang lain pun takpa, asalkan semua keperluan kita, Allah cukupkan. Dan didik hati untuk selalu syukur. 

Wallahua'lam. 

#EeIsTyping 




Monday, October 13, 2025

Saham Syurga Keempat

Bismillah walhamdulillah. 

Alhamdulillah - Oktober 2025, Allah hadiahkanlah lagi seorang cahaya buat kami. 

Amanah besar, yang dibimbangi menjadi tanggungjawab tak terlunas, sambil disyukuri sebagai saham kami mendamba syurga. 

Kita mungkin tidak berupaya untuk jadi aabid yang sanggup letih longlai bendiri bertahajud saban malam, 

Juga tidak berkemampuan untuk jadi dermawan yang tidak sedikit menginfaq harta benda untuk agama, 

Juga mungkin tidak cukup berani untuk berjuang mempertaruh nyawa, juga tidak cukup aalim berilmu untuk mengajar manusia mengenal Tuhannya. 

Namun - setidaknya - sebagai ibubapa kita mampu untuk membesarkan, mendidik anak ini - biar jadi orang berguna, bermanfaat untuk semua. 

Dan moga daripada setiap kebaikan yang dibuat mereka, ada juga saham kita sama. 

Takkanlah sepemurah sepenyayang Allah - tiap titis susu ibu, peluh ayah dalam membentuk anak manusia -  dipandang sia-sia. 

Ya Allah, jadikan anak-anak membesar sihat sempurna, jadi insan berjasa, bermanfaat untuk semua dalam ketaatan kepadaMu sepenuhnya. 

Ya Allah, bantulah kami membesarkan anak-anak ini, terimalah ia sebagai amal kebaikan kami buat menampung cacat cela kemungkiran kami padaMu. 

Ya Allah, jangan Kau uji kami dengan ujian yang berat, sesungguhnya kami tidak berdaya upaya & lemahnya iman kami tidak terbendung dengan ujian yang besar. 

Pandanglah kami dengan belas kasihan & pengampunan, kerana tanpa redhaMu maka amat hinalah kami. 


Saturday, July 20, 2024

Book Review.

"Leaders Don't Command: Inspire Growth, Ingenuity and Collaboration" by Jorge Cuervo explores leadership principles that foster an environment of trust, creativity, and collaboration. 

Here are lessons from the book:

1. Leadership Through Influence, Not Authority: Cuervo emphasizes that true leaders inspire and influence rather than command and control. By building trust and respect, leaders can guide their teams more effectively and create a positive, productive work environment.

2. Emotional Intelligence: Emotional intelligence is crucial for effective leadership. Cuervo highlights the importance of self-awareness, empathy, and emotional regulation in understanding and responding to the needs and emotions of team members.

3. Empowerment Over Micromanagement: Empowering employees to take ownership of their work fosters a sense of responsibility and encourages innovation. Cuervo advises against micromanagement, suggesting that leaders should provide support and resources while allowing team members the freedom to explore and execute their ideas.

4. Active Listening and Communication: Effective communication is a cornerstone of good leadership. Cuervo stresses the importance of active listening, where leaders truly hear and understand their team members' perspectives, concerns, and ideas. This creates an open dialogue and strengthens relationships.

5. Fostering a Collaborative Environment: Collaboration drives creativity and problem-solving. Cuervo advocates for creating a culture where teamwork is valued, and diverse perspectives are encouraged. This leads to more innovative solutions and a stronger team dynamic.

6. Leading by Example: Leaders set the tone for their teams through their actions and behaviors. Cuervo underscores the importance of integrity, accountability, and consistency. When leaders embody the values and principles they espouse, they inspire their teams to do the same.

7. Continuous Learning and Development: A commitment to personal and professional growth is essential for leaders. Cuervo encourages leaders to pursue continuous learning, stay curious, and seek feedback. This not only enhances their own skills but also sets a positive example for their teams.

8. Adapting to Change: Flexibility and adaptability are key traits of effective leaders. Cuervo discusses the importance of being open to change and navigating uncertainty with resilience. Leaders who embrace change and guide their teams through it can turn challenges into opportunities.

9. Building Trust and Psychological Safety: Trust is the foundation of strong teams. Cuervo emphasizes the need for leaders to create a safe environment where team members feel valued and respected. This psychological safety encourages risk-taking and innovation without fear of negative consequences.

10. Vision and Purpose: A clear vision and sense of purpose are vital for guiding teams. Cuervo highlights the role of leaders in articulating a compelling vision and aligning their team's efforts towards achieving it. This provides direction and motivation, helping team members understand the impact of their work.

"Leaders Don't Command" offers a comprehensive guide to modern leadership, focusing on creating environments where people can thrive and contribute their best. Cuervo's insights provide practical strategies for leaders to inspire growth, ingenuity, and collaboration within their teams.

Tuesday, April 30, 2024

Menghina para Murobbi.

Bismillah walhamdulillah. 

1) Ilmu ni luas, sedangkan kefahaman kita terbatas. Akan ada perkara yang kita tidak tahu, kalau tahu pun ada yang tidak kita faham. 

2) Kemudian Allah datangkan para anbia' untuk menjadi guru & murabbi mengajarkan kita. Biar kita pandai daripada kejahilan, selamat dunia akhirat.

3) Bila Nabi dah takde, tampil golongan alim ulama' pulak untuk memikul amanah memahamkan manusia dengan ilmu. 

4) Tanpa mereka para guru yang banyak berkorban, nescaya kita pun turut hanyut dalam kealpaan. 

Moga Allah ampunkan kita. 
Dan maafkan ke-tidaktahu-an kita, dalam menghormati para alim ulama'. 

Wednesday, April 17, 2024

Sibuk Yang Perlu.

Masa Kosong Yang Membunuh Jiwa

1. Kesibukan adalah keperluan manusia. Kita kena sibuk sama macam kita kena makan, minum dan sebagainya. Kesibukan adalah bukti kita wujud dan hidup. 

2. Yang menjadikan kita maju adalah kesibukan. Yang menjadikan kita cergas juga adalah kesibukan. Yang menjadikan kita berjiwa besar juga adalah kesibukan. Yang menjadikan kita sentiasa optimis juga adalah kesibukan. Dan yang paling penting, yang menjadikan kita manusia yang ada harga dan nilai juga adalah kesibukan.

3. Sibuk atau tidak, kita yang akan tentukan dan pilih. Dalam setiap fasa hidup kita, kita sentiasa ada peluang untuk menyibukkan diri. Masa muda, kita boleh buat macam-macam sebab kita masih kuat dan ada kecukupan. Masa tua, kita boleh sibukkan diri dengan komuniti setempat. Masa sakit, kita mungkin masih boleh sibukkan diri dengan rawatan dan terapi kesihatan. Masa tak da duit, kita mungkin boleh sibukkan diri dengan berniaga kecil-kecilan. Dan begitulah seterusnya. 

4. Kenapa kita perlu sentiasa sibukkan diri? Kerana bila kita kosong, macam-macam masalah akan timbul. Akhirnya kita menjadi manusia yang sentiasa bersikap negatif dan pesimis. 

5. Bila masa kosong, kita akan mula tenggelam dalam perkara harus. Kita akan mula menonton tv secara berlebihan. Layan movie (walaupun movie Islamic) secara berlebihan. Layan media sosial secara berlebihan. Tenggelam di dalam perkara harus termasuk di dalam sifat yang dikeji menurut sebahagian ulamak. 

6. Bila banyak masa kosong, badan kita tak cukup penat kerana kurang aktiviti. Tidur pun tidak akan lena kerana badan sentiasa dalam keadaan rehat yang panjang. Jiwa jadi gelisah tidak ketahuan kerana jemu dengan aktiviti rutin ringan. 

7. Bila kita banyak masa kosong, kita akan banyak bermonolog, mengenang nasib diri, mengandai itu dan ini. Kita akan mula berkhayal dan hidup dalam imaginasi yang tidak membawa kita ke mana-mana. 

8. Bila masa kosong terlalu banyak, otak kita akan berhenti berkembang sebab tak banyak digunakan. Otak tidak diasak untuk berfikir. Dengan itu potensi untuk menjadi nyanyuk akan meningkat. 

9. Bila kita mula banyak masa kosong, kita akan jadi manusia yang sensitif. Ini kerana kita mula melayan semua benda kecil yang berlaku di sekeliling kita. Orang yang sibuk tak sempat untuk melihat semua benda yang lalu depan matanya. 

10. Bila banyak masa kosong, kita mungkin akan kehilangan pandangan hormat dari rakan-rakan. Mereka akan melihat kita sebagai manusia pasif yang tidak ada matlamat hidup. Hidup hari-hari ikut sahaja apa yang berlaku. 

11. Masa kosong yang banyak juga akan menjadikan kita tidak lasak. Terlalu terperangkap dengan rutin dan tak mudah untuk menerima perubahan mendadak pada jadual hidup. Sedangkan hidup sebenarnya penuh dengan kejutan. 

12. Kelazatan sibuk melebihi kelazatan masa kosong. Imam Syafie pernah menasihatkan:

وانصب فان لذيذ العيش في النصب

“Berpenat-penatlah kamu kerana sesungguhnya kelazatan hidup terdapat pada kepenatan.”. 

13. Berehatlah semata-mata untuk mencari tenaga bagi melakukan aktiviti seterusnya. Al-Quran memberi panduan bahawa sesudah selesai dari satu pekerjaan mestilah dituruti dengan melakukan pekerjaan lain. 

فإذا فرغت فانصب

“Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain).” (Asy-Syarh: 7)

Wallahu a’lam.


(Copypaste - kredit kepada penulis asal)

Wednesday, January 3, 2024

Azam En Izzat Apa?

Bismillah walhamdulillah. 

Mungkin dah sampai masa saya meng-eksklusifkan tulisan saya bila medsos saya terkesan teruk dengan impak shadow-banned baru² ini. 

Tapi dia jadi rugi bila traffic di blog tidaklah sebanyak di medsos sedangkan sebaik² kita adalah mereka yang bermanfaat kepada orang lain. 

Cuma untuk sedapkan hati - saya percaya blogspot lebih bertahan lama berbanding medsos sebab dia dah terbukti daripada saya seawal belasan tahun, berbanding medsos yang baru trending menjengah 2010+

...

Awal tahun baru saya bertemu seorang client, dia ada isu sebab ada kenyataan tidak benar seseorang telah mendatangkan kerugian kepadanya. 

Tapi bukan itu point tulisan ini, sebab apa yang dibincangkan peguam-anakguam ialah sulit. Cuma di akhir perbualan kami, dia menyentuh tentang azam. 

"En Izzat pasang azam kali ni?"

Saya tersentak, sebab saya honestly tidaklah meletakkan apa² target spesific yang kena capai by tahun ini. Sebab saya percaya bahawa apa yang ditakdirkan Allah itulah yang terbaik untuk kita, dengan syarat kita pun dah buat yang terbaik pada kadar kemampuan kita. 

Cuma saya kongsikan pada beliau satu pengajaran yang saya dapat daripada kuliah : 

Ada dua peringatan Nabi - merancanglah sebagaimana kita akan hidup 1000 tahun lagi, dan di sisi yang lain - dan juga rancanglah jugak sebagaimana kita akan mati esok hari. 

Kita azam nak beli rumah, nak gi melancong etc macam nak 1000 tahun tu betul dah, 

Tapi kita tertinggal part untuk planning what if kita akan mati esok? 

Apa preparation kita? 

Dah mintak maaf ke salah kita dengan mak ayah? 
Dah cukup ke kita bahagiakan anak isteri? 
Dah cuba bayar hutang? 
Dah ganti tinggal solat, puasa? 
Dah banyakkan amal sunat buat cover yang wajib kita terlepas? 
dll. 

Dia terdiam panjang. 

Dan saya juga termenung sendirian.
Sebab saya sendiri pun tak bersedia untuk itu. 

Wallahua'lam. 

Moga Allah ampunkan kita, dan bantu kita jadi lebih baik. 

#EeIsTyping #KemahiranHidup  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...